GANTI ECU/PMS W202

Mengapa idle mesin tidak stabil? Kadang RPM tinggi, kadang rendah. Berayun-ayun. Ku panggil montir amatir yang mengerti dan berpengalaman menangani masalah mercy. Hasil diagnosa sementara, ada 3 kemungkinan penyebab. Throtle, wire harness atau ECU. Kemungkinan yang terakhir ini yang bikin deg-degan.

Dimulai dari memeriksa wire harness, yang relatif lebih mudah karena kasat mata dan tidak perlu membongkar. Ditemukan beberapa kabel yang sudah mengelupas karena aus dan ada yang lepas tidak tersambung. Sebelum memutuskan untuk ganti baru, sementara dibungkus dengan isolasi dan disambung kembali serta dirapikan.

Berikutnya bongkar throtle. Diketahui kemudian throtle masih berfungsi baik dan masih berusia 1 tahun lebih.
Tinggal satu kemungkinan lagi, yakni ECU/PMS. Ini yang bikin shock, karena kita semua tahu harga sebuah ECU/PMS baru. Prosedur untuk menggantipun tidak mudah.

Coba untuk memeriksakan ECU/PMS kepada ahlinya. Setelah diperiksa, apa yang dikhawatirkan pun terjadi. ECU/PMS dinyatakan rusak dan montir menyarankan untuk mengganti. Karena, kalaupun bisa diperbaiki, akan tetap bermasalah dan semakin membahayakan.

Lalu aku browsing internet, mencari informasi semaksimal mungkin tentang:
  1. Apakah ECU/PMS bisa diperbaiki? (jawabannya: tidak!).
  2. Dimana dapat membeli ECU/PMS? (jawabannya: di pabrik Mercedes Benz, melalui dealer resmi.
  3. Berapa harga 1 unit ECU/PMS baru? (jawabannya: mahal).
Aku terhenyak! Berbagai pikiran berkecamuk di otakku. Berhenti sampai disinikah cita-citaku memiliki mercy dan menjadikan mobilku sekedar pajangan saja? Atau, adakah solusi lain yang dapat kujangkau? Dari informasi beberapa bengkel kuketahui beberapa penjual ECU/PMS bekas pakai, dengan harga yang lebih murah, walau masih termasuk mahal untuk ukuran kocek ku. Di hari keempat, pencarianku tertuju pada sebuah web yang menjual ECU/PMS. Kucoba menghubungi dan melakukan tawar-menawar. Alhasil, aku mendapatkan ECU/PMS bekas pakai dengan harga yang lebih murah lagi, berikut pasang. ECU/PMS telah terpasang dan . . . .jreng, mesin berjalan normal. Amin.

REMOTE KEY BERMASALAH

Hari pertama sudah mendapat masalah. Pintu mobil tak mudah ditutup dengan menggunakan remote key. Harus beberapa kali tekan remote baru berhasil mengunci. Analisa sederhana, karena baterai sudah lemah.
Setelah ganti baterai, pintu tetap tidak bisa terbuka, walaupun dicoba berkali-kali. Lalu terpikir untuk menghidupkan mesin serta ON/OFF central lock melalui panel di dashboard. Jika berhasil, akan kubiarkan pada posisi OFF alias tidak memfungsikan remote key untuk sementara.

Aku masuk melalui pintu sebelah sopir, yang dapat dibuka secara manual. Agar panel di dashboard berfungsi, kunci harus posisi ON, lalu buka central lock. Apa yang terjadi, sungguh mengejutkan. Bukan hanya panel di dashboard tidak berfungsi, mesin juga tak bisa di starter. Satu lagi yang menjadi tanda-tanya besar, lampu merah & hijau di kaca spion menyala secara bergantian.... seperti lampu disco!

Inilah kesalahan fatal yang harus kutebus dengan mahal. Belakangan baru kutahu, bahwa dengan cara begitu, sistim mobil mengunci (lock), karena aku tidak menggunakan prosedur yang benar. Aku tak ubahnya seperti "maling" yang telah mencoba menghidupkan mobil, dan Mercedes Benz memberi perlindungan atas tindakan "maling" itu. Wadooooow!!!

 Lalu?


Ide ini muncul setelah diskusi dengan seorang teman yang ahli kunci. Kunci asli yang cuma satu-satunya cukup riskan jika berdampak blocked pada modul. Sementara harga kunci asli sangat mahal.
Mercedes Benz hanya memproduksi 8 anak kunci per 1 unit mobil. 2 pcs diserahkan pada saat terjual, 6 pcs masih tersimpan di pabrik. Jadi, user hanya punya 6 kali kesempatan untuk 6 pcs remote key cadangan. Jika 8 anak kunci telah terpakai, maka user harus mengganti 1 modul dan tentunya tidak lagi merupakan bawaan unit sejak keluar dari pabrik.
Harga 1 remote key asli lumayan mahal, dapat untuk membeli 6 unit komplit kunci IPF.

Akhirnya kuputuskan agar kunci asli satu-satunya diperbaiki saja, lalu disimpan baik-baik. Tidak order lagi, walaupun setelah di check ke pabrik masih tersisa 6 pcs. Setelah kunci asli diperbaiki, kunci di test pada modul (lulus red & green indicator pada kaca spion dalam, starter, central lock dari luar, dll). Kemudian dilanjutkan dengan memasang 1 set kunci IPF. Dimulai dengan memasang modul, mengatur sistim sesuai keinginan kita, design anak kunci dan diakhiri dengan test IPF. Setelah IPF berfungsi baik, giliran retest kunci asli pada kondisi IPF on. Hasilnya, kunci asli berfungsi baik disamping kunci IPF, atau sebaliknya.
Lalu tiba saatnya running test. Dengan bermodalkan 2 anak kunci IPF, aku melakukan perjalanan hingga ribuan kilometer dan .... ternyata aman-aman saja. Aku terbebas dari pengeluaran biaya yang tak perlu, dengan tetap menggunakan kunci substitusi yang berfungsi sama.

MERCEDES BENZ W202-C200


Inilah mobil ku sekarang. Fotonya gelap ya? Ya, memang gelap! Pertama, karena memang aku tidak banyak tahu tentang mobil ini. Kedua, aku pun tak tahu, apakah kondisi mobil ini masih layak jalan. Tapi tekad ku sudah bulat. Aku harus belajar lebih banyak lagi dengan segala konsekwensinya.
Pertama aku menerima mobil ini, banyak PR yang harus dikerjakan. Setelah ditangani montir, PR nya lebih banyak lagi.
Tidak ada jalan mundur, aku memang harus memperbaiki satu demi satu. Setidak-tidaknya layak untuk melakukan perjalanan lagi.

Daimler Identification:
FIN: WDB 202020 6F 304316
VIN: MHL202020 OL 026367
Category: PC
Model: C 200
Body type: sedan
Order no.: 0 5 831 23069
Production no.: 2925347
Production plan: 0670 Bremen
Shipment date: 25.08.1995
Paintwork: 199 U
Interior equipment: 001 A
Scratch resistant clear varnish: 420 580 584 593 613 668 673 706 828 916
Engine no.: 111941 62 031691
Transmission no.: 722422 03 833777
Lock model: FBS2
FBS2 check digit: 5
Mechanical lock: 1005884
Electronic lock: 94124429

Published with Blogger-droid v2.0.2